Setengah berlari wanita itu memasuki ruang Instalansi Gawat Darurat di rumah sakit tempat dia bekerja. Suara riuh dan kegiatan hilir mudik di dalam sana sudah menjadi santapan mereka sehari-hari. Sudah biasa dan mereka tidak boleh panik. "Sorry aku telat. Mana pasiennya?" Tania bergegas masuk dan mengambil snelli miliknya. "Itu, Dokter. Di ujung sana. Lagi dipegang Kak Sinta." Perawat itu berkata. Sinta adalah kepala ruangan Instalansi ini. Wanita itu sangat tangguh dah sigap, sehingga rumah sakit ini menjadi salah satu unggulan karena pelayanan yang bagus terutama di bagian Instalasi Gawat Darurat. Tania menggelengkan kepala. Melihat kondisi pasien ini miris sekali. Kakinya patah. Ada tulang yang remuk. Harusnya langsung masuk ke ruangan operasi. "Dok, pasien ini sudah di-inject de

