Ambisi Stevanie

1031 Words

Devan menghela napas kasar. Ibunya terus-terusan menelponnya agar tak lupa pada janjinya. Padahal Devan ingat itu, dia memang berniat menemui wanita itu hari ini. Tapi sebelum dia pergi, dia menelpon Elaine untuk memberitahukan apa yang akan dia lakukan. "Lalu kenapa kamu menelponku? Kamu tidak perlu izin denganku untuk menemuinya," jawab Elaine dari seberang telepon yang terdengar ketus. Hal ini membuat Devan mengulum senyum. Hatinya menghangat, merasa jika kekasihnya itu sedang kesal karena cemburu. "Aku hanya memberitahumu, Elaine. Bukan sedang meminta izin," ucap Devan. Lelaki itu berjalan mondar-mandir di kamarnya, dengan sebelah tangan masuk di saku celana. "Ya, pergilah. Bersenang-senanglah dan jangan ganggu aku!" Sekali lagi, Elaine berbicara dengan nada yang ketus. "Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD