94. Tidur Manis Bonus Sakit Pinggang

2264 Words

"Akhirnya …." Desahan penuh kelegaan terdengar dari bibir Ry di tengah heningnya subuh itu. Setelah tiga hari penuh mengerjakan gambar kerja, bisa dibilang tanpa henti karena selain untuk ke kamar mandi Ry hampir tidak pernah meninggalkan laptopnya, bahkan makan dan tidur pun dia lakukan di situ, gambar kerja gadis itu akhirnya selesai juga. "Selesai, Ry?" tanya Tita yang turut merasa lega seperti Ry. "Iya, Ta.” Ry menjawab sambil meregangkan tubuhnya yang terasa pegal semua. “Duh, leganya!" "Tidur, yuk!" ajak Tita. Malam ini jujur saja cukup berat dilalui. Tita hanya sendiri menemani Ry, suasana begitu senyap dan gadis itu mengantuk berat. Namun, Tita dilarang tidur karena dia harus memastikan Ry terus terjaga. "Bentar. Aku mau ngabarin Pak Girish dulu." Ry langsung menjangkau ponseln

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD