86. Keterbukaan yang Manis

2274 Words

"Ry, lagi ngapain?" Vio melongok ke dalam paviliun dan mencari keberadaan sahabatnya itu. Dia menemukan kalau Ry tengah duduk di lantai bersama tumpukan barang yang berserakan di sekelilingnya. Gadis itu tengah tertunduk, entah sedang melakukan apa. "Ry, gue masuk, ya!" Vio merasa heran karena Ry diam saja. Tidak menoleh, bahkan menanggapi saja tidak. Ry tetap duduk dengan tenang membelakangi arah datangnya Vio. Perlahan Vio berjingkat sampai berada tepat di belakang gadis itu. Dia menunduk, lalu melambaikan tangan di depan wajah Ry. "Woy!" panggil Vio gemas. Melihat sesuatu berkelebat di depannya, Ry segera mengangkat kepala dan menemukan sahabatnya sedang mendelik heran. "Eh, Vio!" "Buset.” Vio menggeleng tidak percaya. “Dipanggilin dari tadi enggak denger lo?" Ry meringis malu. "M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD