"Sella!" "Sell!" Langkah kaki Sella terhenti. Suasana sekeliling yang super ramai, membuat Sella sulit mencari di mana sumber suara tadi. Seramai-ramainya orang berbicara, rasanya tidak mungkin Sella salah dengar. "Orangnya di sini, Sell." "K-kenzo?" Senyum sumringah Kenzo terpancar. Sudah sekian lama, tetapi wanita di depannya masih mengenali. Sebetulnya ada rasa tidak enak untuk menegur, tetapi setelah memantapkan hati, Kenzo memberanikan diri. "Apa kabar, Sell?" Sella tidak langsung menjawab pertanyaan Kenzo. Pertanyaan itu memang simple, namun entah kenapa rasanya sulit untuk membuka mulut. Tatapan keduanya beradu tanpa ada yang mengeluarkan suara lagi. Apapun respon Sella akan Kenzo terima, itulah isi otaknya sejak tadi. Merasa tempat mengobrol mereka kurang enak, Kenzo menari

