"Sella ke mana ya beberapa hari ini ga masuk kantor? Kalau dia izin, pasti kita dengar. Sedangkan ini sepi aja." Shania yang sejak tadi diam langsung menoleh ke arah Keysa. Sebetulnya Shania tau ke mana Sella bahkan tahu apa yang sedang wanita itu alami. Kemarin malam, sekitar jam satu pagi, Sella menelepon sambil menangis terisak. Shania awalnya ingin menemui, karena dia tahu berbicara lewat telepon tidak akan mudah. Akan tetapi, niat Shania ditolak oleh Sella. Alasan Sella cukup masuk akal, dia tidak mau Shania kenapa-napa dijalan karena sudah sangat larut. Shania memang tidak tahu detail masalahnya, yang baru dia tahu kalau Ayahnya Sella berada di rumah sakit. Biasa saja Shania bercerita, namun dia tidak punya hak menyebarkan berita dari orang lain. Shania kembali menunduk sambil men

