Dua hari pasca kejadian di dalam unit milik kedua asisten William, sebetulnya Sella masih menaruh rasa kesal. Walaupu kekesalah itu dia simpan sendiri tanpa berani mengutarakannya secara langsung. Entah kenapa Sella sangat benci dengan sikap William yang semaunya tanpa memikirkan perasaan orang. "Buatkan aku kopi, lalu habis itu kita pergi." Sella menoleh ke belakang. "Pergi ke mana? Hari ini aku ga mood pergi, aku mau di rumah. Paling nanti sore aku mau ketemu Ayah. Semalam Ayah telepon, dia mau minta tolong." Lagi-lagi bantahan. Pulpen merah tak bersalah yang sejak tadi William genggam dia banting ke lantai. Walaupun hanya pulpen, tetap saja Sella kaget mendengarnya. Oke, sepertinya Sella lupa kalau harus menjaga sikap dan tutur kata di depan William. Hal itu sangat susah, dan kini

