Acara pernikahan telah usai. Niat hati mau kembali kembali ke apartemen atau rumah sakit, tapi niat itu harus Sella kubur dalam-dalam. Langit sore sudah beranjak, malam sudah menyapa dalam keheningannya. Sella menatap keseliling kamar dengan hati gamang. Ini bukan kamarnya, tetapi kamar milik William. Walaupun begitu, sejak tadi sore William izin pergi karena ada urusan kantor yang tidak bisa ditunda. Walaupun apartemen ini sepi, walaupun Sella bisa kabur, tapi semua akan percuma. Rasanya tidak mungkin seisi apartemen ini bersih tanpa cctv. Hari boleh saja sudah malam, tapi sampai detik ino Sella belum berganti pakaian. Bagaimana mau ganti, di sini tidak ada bajunya. Mau tidak mau Sella menahan rasa risih dengan gaun yang masih melekat di tubuhnya. Ting! Ting! Sella beranjak dari kas

