Ferdily Corporation..
Ferdily Corporation adalah Perusahan yang didirikan Oleh Ferdinand. Ferdily artinya Ferdinand Lily. Penggabungan dari kedua nama mereka.
Dan sekarang Ferdily Corporation sudah di bawah kepemimpinan anaknya Alexavier Ferdinand.
Tok tok tok
"Tuan Alex.. Nona Siska sudah ada di luar" ucap asistent pribadi Alex.
"Suruh masuk!" seru Alex.
Seorang wanita yang cantik masuk ke dalam ruangan Alex.
"Hai Alex.." sapa Siska.
"Hmm.. ada perlu apa?" Alex menghiraukan sapaan dari Siska.
"Mau makan siang bareng kamu, Lex," ujar Siska dengan nada mendayu - dayu.
"Kalau tidak ada urusan penting silahkan keluar.." Ucap Alex gerah dengan cara bicara wanita di depannya.
"Isshhhh...!!!" Siska menghentakkan kakinya dan berjalan keluar.
"Ckckckc bikin pusing!!!" seru Alex begitu pintu tertutup. Dan memencet intercom.
"Iya Tuan Alex?" sapa suara di seberang.
"Masuk Tom!" ujar Alex singkat dan menutup interkomnya.
Tak lama kemudian, Tommy masuk ke ruangannya.
"Ada apa Tuan Alex?" tanya Tommy.
"Duduk !!!" ketus Alex.
Tommy pun mengikuti perintah atasannya dan duduk di sofa besar yang berwarna hitam.
"b******k kau Tom!!" maki Alex.
"..." Tommy hanya diam melihat Alex.
"Ulat keket begitu kamu biarkan masukk!" kesal Alex.
Ketawa Tommy pun pecah tak tertahan.
"Hahahahha.... Hahhahahah... Hahahhaha!"
"Sorry sorry... Aku kirain Bos besar Alexavier membutuhkan belaian!" goda Tommy lagi.
Alex hanya memicingkan matanya melihat Tommy.
Tommy adalah sahabat Alex. Jadi apabila tidak ada orang mereka akan berbicara santai seperti ini.
"Hmmm bagaimana kalau kita ke club malam ini?" saran Tommy.
"Boleehh.. !!" jawab Alex mengiyakan.
"Ok lets party dude!!" sorak Tommy.
Alex hanya menggeleng pelan kepal nya melihat tingkah sahabatnya ini.
Di apartment Audie sudah bersiap - siap dengan gaun malamnya yang indah.
"Mom.. Uncle.. Audie pergi ya..!!" pamit Audie.
"Bersenang-senanglah sayang.. kamu begitu cantik" puji Vivian melihat Audie.
"Pastinya mom .." ucap Audie dan memainkan alisnya naik turun.
"Have fun sayang..!" Seru James.
"Ok uncle!! Byee..!"
---
"Mari Nona.." ujar Maria yang juga sudah bertransformasi memakai gaun tidak kalah cantiknya.
Mereka berdua pun masuk ke lift rahasia dan langsung menuju lantai paling dasar. Yaitu basement khusus untuk Audie.
Di basement khusus ini telah terparkir lima macam mobil mewah yang dilengkapi fasilitas super canggih untuk Audie.
Malam ini Audie menjatuhkan pilihannya ke Bugatti Veyron berwarna putih.
"Lets go Sis !!" seru Audie si Ratu Club.
"Dengan senang hati Audie sayang.." jawab Maria santai.
Audie yang membawa mobil menuju Club paling terkenal di kota Berlin. Lalu mengaktifkan GPS di layar mobil.
Hanya butuh waktu tiga puluh menit mereka tiba di pelataran parkir Club & Bar 489.
Audie dan Maria masuk ke dalam Club dengan anggun dan seksi.
Wanita cantik itu otomatis menjadi pusat perhatian para kaum adam. Maria pun tak kalah di berikan cuitan oleh kaum lelaki.
"Haii nona.. Butuh teman minum?"
"Wow.. So hot!!"
"OMG dia sungguh Seksi!!"
"Lihat body temannya yang begitu menggoda!!"
Dan masih banyak lagi gumam-gumam dari lelaki hidung belang itu.
Mendengar suara ribut - ribut pengunjung.
Alex dan Tommy yang sudah duduk di salah satu sudut meja ikut menoleh pada apa yang sedang heboh dan di bicarakan oleh para pengunjung.
Mata Alex tak berkedip melihat betapa anggun dan cantiknya seorang gadis yang sedang jalan menuju sebuah meja.
Balutan dress hitam yang begitu menyatu ke badannya. Membuat warna kontras dengan kulitnya yang semakin bercahaya di dalam ruangan ini.
"Bro! Kayaknya mereka baru disini!" Seru Tommy. Namun tidak di indahkan Alex.
"Bro.. bro.. Alex.. Alex!!" Teriak Tommy menyadarkan lamunan Alex.
"Oiii bisa tuli telingaku Tom !!" Kesel Alex.
"Lahhh.. Dari tadi dipanggil juga gak nyahut - nyahut !!" balas Tommy.
"Kayaknya mereka orang baru deh Tom!" seru Alex yang langsung mendapatkan pukulan di bahu belakangnya oleh Tommy.
"Auchhh! Sakit bego!" geram Alex.
"Ituuuu yang tadi aku tanyain juga ke kamu!!" seru Tommy tak kalah dongkol. Karena Alex memberikan pertanyaan yang sama dengan dirinya.
"Yahh mana aku dengar. Suara musik kenceng begini!" jawab Alex tak mau mengalah.
"Ok ok.. Yang waras ngalah!" sahut Tommy lalu bersandar ke sofa.
"b******k kau!!"
Audie memilih orange jus dan Maria memilih cola. Merka pun tak lupa memesan beberapa cemilan.
Walaupun Audie penggila Club malam. Dia tidak pernah menyentuh minuman beralkohol.
Ada sedikit trauma yang dia alami. Dan itu cukup sekali dalam hidupnya.
"Permisi Nona..." suara pria terdengar di depan Audie dan Maria.
"Yaa??" jawab Maria.
"Hmm, boleh saya mengajak nona yang imut ini untuk turun berdansa??" ucap pria ini dan menjulurkan tangannya ke arah Audie.
"Sorry.." balas Audie singkat sambil mengangkat telapak tangannya untuk menolak secara halus.
"Ahh baiklah," ucap pria itu dan berlalu.
Belum sepuluh menit mereka duduk. Tak terhitung berapa jumlah pria yang datang silih berganti mengajak Audie atau pun Maria untuk berdansa.
Alex dan Tommy memperhatikan dari jarak jauh hanya bisa tertawa masam melihat penolakan demi penolakan.
Karena sesungguhnya para pria yang mengajak Audie banyak dari kalangan pengusaha, aktor, model dan anak orang kaya melintir.
"Hai Nona? Berdansalah dengan saya!!" seru seorang pria dengan arogan di depan Audie.
"..."
"Heiii jangan terlalu sombong b***h!!" maki pria itu yang hanya didiami Audie dan Maria.
"..."
Audie dan Maria hanya menatap tajam tanpa suara ke arah laki - laki di depannya.
Tiba - tiba pria itu..
"Sini!!!" serunya, menarik tangan Audie dengan kasar.
Maria langsung berdiri dan siap menghajar. Namun Audie mengedipkan mata.
Dengan santai Audie berdiri dan memutar tangan pria itu lalu membantingnya di lantai sampai tersungkur.
Bugh!
Mereka bertiga menjadi pusat perhatian.
"BRENGSEKK!! JALANG!!" Teriak pria tadi sambil meringis kesakitan.
Pria itu kembali berdiri dan bersiul.
Tiba - tiba enam orang pria berbadan besar berdiri di sampingnya. Dia tidak terima dipermalukan seperti ini.
"Dasar jalang!! Kau tidak tahu siapa saya, hahh!!" geram pria itu.
"Tangkap dua jalang ini!!" titahnya lagi ke pria berbadan besar disampingnya.
"Baik Tuan!!"
"Ohhh my god!! Kalian merusak moodku !!" seru Audie.
"Siap berpesta, Sayang???" sarkas Maria ke Audie yang dari tadi sudah mengambil posisi di samping Audie.
"Tentu saja Sis!! Hahhahaa!!" seru Audie dengan semangat.
Mereka pun menghajar satu persatu pria kekar itu.
"Butuh bantuan Nona-nona??" tiba - tiba suara maskulin terdengar di belakang Audie.
Sontak Audie balik ke arah suara tersebut. Audie kaget dan terdiam karena sosok pria yang berdiri di depannya sekarang adalah Alex.
Bugh!