Happy Reading. Malam sebelumnya. Yolla tak mau mengakui siapa ayah dari anak yang sekarang tumbuh di rahimnya kepada Irene. Dia tahu, kalau keluarga itu sampai tahu, maksudnya keluarga Charles, hidupnya akan semakin rumit. Baginya, cukup sudah dia melangkah keluar dari bayang-bayang nama besar keluarga Charles. Dia telah berusaha pergi sejauh mungkin, membangun kembali hidupnya di tempat baru. Namun, kini semuanya berubah karena dua garis merah itu. Malam itu, Yolla terbaring di kasur sempitnya, memeluk guling sambil menahan air mata yang terus mengalir. Irene sudah tertidur di kamar sebelah setelah mencoba menghiburnya. Tetapi, kata-kata Irene hanya melayang seperti angin, tak benar-benar masuk ke dalam hati Yolla. “Ini pasti mimpi,” bisiknya pelan sambil memejamkan mata. Tetapi r