Degh "Surat cerai!!!" lirih Asha tidak percaya. Tanpa terasa, pipinya sudah basah karena air matanya. "Perlu dijelaskan, ini air mata bahagia atau air mata duka kecewa," ujar Ravin tiba-tiba, membuat Asha dengan spontannya menjatuhkan kertas yang baru saja ia pegang dengan erat karena terkejut. "Kenapa Kak Ravin membawa surat perceraian kita saat ini, padahal aku meminta Kak Ravin untuk mengurus perceraian kita itu minggu depan? "Tanya Asha sambil mengusap air matanya dengan kasar, dan mengabaikan kertas yang ia jatuhkan tadi secara tidak sengaja. " Memangnya kenapa? Sekarang, esok, ataupun lusa bahkan minggu depan, itu hasilnya akan tetap sama kan, sama-sama bercerai. Aku rasa tidak ada salahnya aku mengurus perceraian kita saat ini, karena waktu satu minggu itu sudah ada di depan mat