BAB 27

1517 Words

“Kok bisa patah, sih?” Zayna menatap nanar jepit stroberi di atas telapak tangannya dengan gurat wajah sedih yang teramat dalam. Koas di sebelahnya justru spontan tertawa renyah. “Aduh, Zay. Ekspresimu itu seolah-olah baru saja kehilangan barang berharga miliaran tahu tidak? Kamu kan tinggal beli lagi kalau nanti sudah gajian.” “Masalahnya, tabungan saya belum turun, dan ini bukan sekadar jepit rambut biasa. Ini sudah masuk kategori aset,” sahut Zayna bersungut-sungut. “Lebay banget, deh.” “Kamu tidak akan pernah mengerti arti dari sebuah ikatan emosional,” gerutu Zayna lagi. Benda kecil berbentuk buah stroberi itu memang sudah sangat berumur. Lapisan cat merahnya mulai pudar di beberapa sisi, salah satu aksen daun hijaunya bahkan sudah hilang entah ke mana, dan sekarang, kemalangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD