BAB 90

1341 Words

Ruang dokter spesialis sore itu terasa jauh lebih ramai dari biasanya. ​Jevan duduk santai di atas tepi meja kerja sembari memutar-mutar pena. Kavi sibuk menatap layar laptop yang menyala terang. Thala menggeser-geser layar ponselnya untuk meneliti dokumen digital, sementara Harsa berdiri tegap di dekat jendela kaca besar sembari membaca beberapa lembar berkas cetak. ​Di tengah-tengah lingkaran mereka, Zayna berdiri dengan raut wajah yang jelas memperlihatkan rasa tidak nyaman. ​”Aku sudah bilang berkali-kali, aku bisa mengurus semua masalah administrasiku sendiri,” tegas Zayna dengan intonasi memagari diri. ​Harsa mengangkat kepalanya dari lembaran kertas, menatap Zayna tenang. “Kami tahu kamu sanggup.” ​”Lalu kenapa kalian semua masih ikut campur sejauh ini?” ​”Karena proses adminis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD