BAB 98

1601 Words

Pagi berikutnya, tidak ada yang mendadak berubah secara dramatis di Rumah Sakit Dewantara Medika. Matahari tetap terbit menyorot koridor-koridor panjang bernuansa putih steril yang mulai dipadati oleh lalu lalang staf medis. Althair tetap melangkah melintasi lorong dengan ritme kaki yang sama—tegas, presisi, dan penuh wibawa. Pria itu tetap memimpin ronde pagi untuk memeriksa kondisi para pasien pascaoperasi, tetap memberikan instruksi klinis dengan intonasi dingin kepada para residen, dan tetap mengoreksi setiap catatan medis yang dianggapnya kurang lengkap atau kurang presisi. Zayna pun kembali pada rutinitasnya sebagai seorang muda yang profesional. Tidak ada panggilan khusus dari ruangan supervisor, tidak ada perlakuan istimewa di depan staf lain, dan tidak ada sepatah kata pun perca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD