Gemuruh tepuk tangan apresiasi masih memenuhi seisi grand ballroom hotel mewah itu. Kilatan lampu sorot berkekuatan besar pun belum bergeser sedikit pun dari atas panggung utama, terus mengunci sosok Althair yang berdiri di samping ayahnya. Melihat momentum emas tersebut, para wartawan dari berbagai media massa nasional langsung berdiri dari kursi mereka. Kilatan lampu kilat (blitz) dari puluhan kamera menyala bergantian tanpa henti, menciptakan pendar cahaya putih yang menyilaukan di depan panggung. ”Pak Baskara! Mohon menghadap ke kanan sedikit, Pak!” ”Pak, satu foto bersama lagi dengan putranya!” ”Dokter Althair! Maksud saya, Pak Althair, tolong lihat ke arah kamera tengah!” ”Pak Althair! Bagaimana rasanya akhirnya diperkenalkan secara resmi sebagai penerus tunggal dari Dewant

