Jaksa yang Terlalu Ambisius

1387 Words

POV Selira Setelah melewati begitu banyak sidang yang menguras tenaga dan perasaan, aku akhirnya duduk di sini. Sidang tuntutan. Sidang yang sejak awal paling kutakuti. Jika sidang-sidang sebelumnya terasa seperti pisau kecil yang menggores pelan tapi terus-menerus, maka hari ini adalah satu tebasan besar yang menentukan. Apakah aku masih punya sisa harapan, atau harus benar-benar bersiap hidup tanpa kebebasan. Ruang sidang terasa lebih dingin dari biasanya. Atau mungkin tubuhku yang terlalu lelah untuk merasakan hangat. Aku duduk di kursi terdakwa dengan punggung tegak, tapi otot-ototku menegang. Tanganku saling bertaut di pangkuan, jari-jariku dingin. Hakim masuk. Semua berdiri. Aku mengikuti gerakan itu dengan refleks, meski kepalaku terasa berat. “Sidang dibuka dan dinyatakan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD