Kedua mata Sena masih membelalak begitu lebar saat ia merasakan pelukan Xander, ditambah dengan bibir Xander yang mendadak menempel di bibirnya. Sontak Sena pun langsung mendorong d**a Xander untuk melepaskan dirinya namun alih-alih melonggar, pelukan Xander malah makin erat. "Mmpphh, lepas!" pekik Sena saat akhirnya ia bisa menarik kepalanya mundur ke belakang. Namun sialnya, Xander langsung menangkup tengkuk Sena dan menahan kepala wanita itu. Bahkan bibir Sena yang masih terbuka dimanfaatkan oleh Xander untuk memperdalam pagutan bibirnya, menikmati bibir Sena yang selama ini hanya bisa melawannya dan terus berkata kasar padanya, bibir yang ternyata begitu lembut dan manis sampai entah mengapa Xander begitu ingin menikmatinya terus. Sena sendiri masih begitu gelisah dan terus berger

