Xander langsung mematung mendengar permintaan Sena dengan syara yang begitu lirih. Xander sempat berpikir bahwa Sena benar-benar mengenalinya dan memintanya tinggal, tapi ternyata Sena hanya mengigau. Kedua mata Sena masih terpejam dengan raut wajah yang begitu gelisah dan butiran keringat yang kembali terlihat di dahinya. Xander pun mengernyit dan kembali duduk di ranjang Sena. "Sena, kau sudah bangun? Kau sudah sadar?" tanya Xander lagi sambil memegang dahi Sena yang masih terasa panas dan Xander pun kembali mengelap keringat Sena dengan tangannya. "Ck, demamnya masih tinggi sekali!" gumam Xander yang memindahkan tangannya ke leher Sena. Namun, Sena sama sekali belum bangun. Sena tidak menjawab Xander dan malah terus mengigau tidak jelas dengan suaranya yang gemetar. "Jangan perg

