Cekikan di leher Rhea jadi belaian lembut yang membawa jemari Genta meraba wajah cantiknya. Menyentuh bibir, dengan mata terpejam mencoba merasakan manis candunya. Ciuman Genta sampai ke rahang. Menekan dengan liciknya hingga Rhea menoleh memberikan bibirnya untuk dikecup. Mata mereka pun bertemu. Saling tatap dalam remang dan tetap terdiam. Bibir Rhea berkedut. Kecupan lembut penuh perasaan dengan tatapan memuja di depannya itu, membuat Rhea terpaku lupa cara memaki. “Tolak aku!” bisik Genta menantang gadis keras kepala ini, Hanya manik mata Rhea yang bergerak gusar menentang, namun bibirnya membisu tanpa sanggup melawan. Kecupan demi kecupan, sesekali melumat pelan jadi sebab Rhea tetap dalam diamnya. Sedang Genta dengan angkuhnya mengejek ketidakberdayaan bidadari hatinya itu. “Bagik

