“Rheeaaaaaa ….” Saking kaget oleh teriakan adiknya, ponsel Rhea sampai terbanting jatuh. Thea melongo melihat kakaknya yang seperti orang ngeblank. “Haish! Ngagetin orang saja!” dengus Rhea memungut lagi ponselnya. Tepat dengan notif baru yang baru saja masuk. “Calon istriku terlalu kurang ajar, mulai asal ngambek tanpa bilang salahku apa. Menurutmu apakah perlu aku menghukumnya seperti yang dilakukan Grey ke Anna?” Rhea meringis membaca ancaman dari Genta. Entah apakah pria sinting itu serius akan mengikat dan mencambuknya di tempat tidur seperti yang di film dewasa itu. Mengingat selama ini apapun ancamannya, Genta selalu membuktikan bukan hanya isapan jempol atau gertakan semata. Tapi, meski begitu Rhea pilih tetap mengabaikannya dan lanjut makan. Selama dia masih bisa, maka jangan

