“Apa aku boleh beli snack keripik ini,” kata Katarina menunjuk snack yang memiliki kemasan berwarna kuning. Gambar keripik dengan taburan bumbu yang berada di kemasan itu membuat Katarina ingin memakannya. “Kayaknya enak,” tambahnya. “Bukannya di rumah masih banyak banget snack?” balas Ares menatap Katarina dengan heran. “Ah iya,” ucap Katarina dengan lesu. Entah mengapa bayangan akan berpisah dengan snack keripik itu terasa begitu menyedihkan. “Ya udah,” kata Ares seraya meraih snack keripik berukuran paling besar lalu memasukkannya ke dalam troli. “Satu cukup?” Senyum Katarina mengembang. Sontak saja ia menganggukkan kepala dengan senang. “Cukup. Thanks,” ucapnya. “Asal jangan kamu makan semuanya sekaligus,” kata Ares mengingatkan. “Iya…, iya…, nanti aku kasih. Nggak akan aku makan