Semalaman Shana benar-benar tidak bisa terlelap. Wanita itu hanya menatap wajah suaminya yang sudah terlelap lebih dulu karena efek dari obat yang diminumnya. Shana masih terlalu larut dalam rasa kekhawatirannya atas kecelakaan yang menimpa Nathan. Wanita itu bahkan sempat berpikir, jika kecelakaan yang dialami Nathan, sama seperti kecelakaan yang dialami seluruh keluarganya. Wanita itu terus menatap wajah Nathan dan menangis dalam diam. Shana berusaha membekap mulutnya sendiri dengan tangan, ketika isakan tangisnya semakin sulit ia kuasai. Untungnya, Nathan tertidur sangat lelap, walau tubuh wanita yang sedang dipeluknya bergetar karena isakan tangis. Hingga jam sudah menunjukkan pukul 4:30 pagi, Shana masih enggan menutup matanya untuk terlelap. Wanita itu memilih bangun dari atas temp