Rose menggenggam tangan Sarah dengan antusias seperti seseorang yang baru saja mendapatkan kesempatan besar untuk bercerita. Begitu percakapan kecil di ruajng tengah mulai mereda, ia langsung berdiri dari sofa tanpa memberi kesempatan siapa pun untuk menolak. “Ayo,” katanya ceria pada Sarah. Sarah berkedip. “Kemana, Mama?” Rose tersenyum lebar. “Aku ingin menunjukkan sesuatu.” Javier yang masih berdiri di dekat jendela langsung mengerutkan kening sedikit. Ia tahu betul nada suara ibunya itu. “Nah, Mama—” Namun Rose sudah menarik Sarah berdiri. “Tidak ada protes.” Javier menghela napas panjang. “Mama…” Rose menoleh dengan mata menyipit. “Apa?” Javier menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya berkata datar, “Jangan.” Rose tersenyum sangat manis. “Itu berarti aku harus.” Ja

