Bab 97

2339 Words

Pagi berikutnya di Manhattan datang dengan cahaya yang lebih terang dari hari-hari sebelumnya. Tirai kamar sedikit terbuka, membiarkan sinar matahari masuk perlahan, menyentuh lantai, ranjang, dan wajah Sarah yang masih terlelap dengan tenang. Javier sudah bangun lebih dulu. Seperti biasa. Namun kali ini— Ia tidak langsung pergi. Ia duduk di tepi ranjang, memperhatikan Sarah yang masih tertidur dengan posisi sedikit menyamping, tangannya tetap berada di perutnya, seolah itu sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa ia lepaskan. Beberapa detik. Lalu beberapa menit. Javier tetap di sana. Diam. Tenang. Namun kemudian— Sarah bergerak sedikit. Alisnya berkerut. Bibirnya bergerak pelan. Seperti… berbicara dalam mimpi. “Hmm…” Javier langsung memperhatikan lebih dekat. “Sarah?” Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD