Perjalanan pulang dari klinik terasa sangat berbeda. Jika tadi mereka pergi dengan ketegangan dan ketidakpastian, kini suasana di dalam mobil dipenuhi sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata sederhana. Sarah duduk diam. Namun bukan karena takut. Melainkan karena pikirannya masih mencoba mencerna semuanya. Tangannya tanpa sadar berada di atas perutnya. Lembut. Hati-hati. Seolah takut menyentuh terlalu keras. Di sampingnya— Javier masih diam seperti biasa. Namun kali ini diamnya tidak sama. Tatapannya sesekali beralih ke Sarah. Lalu ke arah tangannya yang berada di perut. Kemudian kembali lurus ke depan. Rahangnya tidak lagi mengeras. Melainkan lebih… tenang. Namun dalam. Sangat dalam. Mobil akhirnya memasuki halaman mansion. Begitu berhenti— Javier langsung

