Bab 106

2610 Words

Keesokan harinya, Manhattan kembali bergerak seperti biasa—cepat, dingin, dan tidak peduli pada siapa pun yang tertinggal—tapi di dalam gedung perusahaan Javier, suasananya berbeda, lebih sunyi dari biasanya, lebih tegang, seolah semua orang masih menahan napas sejak malam sebelumnya. Javier sudah berada di ruangannya lebih awal dari siapa pun, berdiri di depan jendela besar dengan pemandangan kota yang biasanya ia kuasai tanpa ragu, tapi kali ini pikirannya masih tertuju pada satu hal yang belum benar-benar selesai. Di belakangnya, meja penuh berkas yang sudah ia susun ulang semalaman, angka-angka yang kini tidak lagi membingungkan, alur yang sudah jelas, dan satu nama yang kini tidak bisa lagi bersembunyi. Proses itu berjalan cepat karena Javier tidak memberi ruang untuk kelambatan, ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD