Malam itu berakhir lebih tenang dari biasanya. Tidak ada keinginan mendadak. Tidak ada tangisan. Tidak ada perubahan arah secara drastis. Hanya Sarah yang terlihat puas, duduk dengan santai setelah mencoba Babi guling, dan Javier yang… akhirnya tidak tegang. Untuk pertama kalinya— Ia tidak menunggu kalimat berikutnya. --- Mereka kembali ke villa di Bali dengan suasana yang jauh lebih ringan. Sarah terlihat lelah. Tapi bukan lelah yang berantakan. Melainkan lelah yang… puas. Ia masuk ke dalam, melepas sandal, lalu langsung duduk di sofa. Tangannya otomatis mengelus perutnya. Refleks. Selalu begitu. Javier berdiri di dekatnya. Memperhatikan. Masih dengan kebiasaan lamanya— Memastikan semuanya baik. “Kamu tidak mual?” tanyanya. Sarah menggeleng. “Tidak…” “Pusing?” “Tid

