Bab 101

2952 Words

Javier sudah tahu satu hal pasti— Perjalanan ini tidak akan berhenti di makanan. Dan setelah melihat Sarah tersenyum puas dengan sate dan Nasi goreng tadi, satu keputusan langsung terbentuk di kepalanya. Kalau ia harus mengikuti semua keinginan aneh Sarah… Maka satu hal harus ia pastikan— **Tempat istirahatnya tidak boleh kompromi.** Bukan sekadar nyaman. Bukan sekadar bagus. Tapi— Terbaik. --- Malam mulai turun di Jakarta ketika mereka kembali ke mobil. Sarah terlihat jauh lebih tenang. Kenyang. Puas. Bahkan sedikit mengantuk. Kepalanya bersandar di kursi, tangannya masih sesekali mengelus perutnya dengan gerakan refleks. Sementara Javier— Sudah kembali ke mode seriusnya. Ponsel di tangannya. Tatapan fokus. Cepat. Efisien. “Aku tidak mau ambil risiko,” gumamnya pela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD