BAB 41

804 Words

Agni mendengar secara langsung Alan menunda pernikahannya. Agni  membuka lemari miliknya. Ia mengambil jaket kulit yang menggantung disisi lemari. Agni perlu menenangkan hatinya, ia sudah hampir gila memikirkan hubungannya dan Alan. Agni menarik nafas, ia mengambil dompet dan ponselnya di nakas. Ia tidak ingin hanya berdiam diri di kamar meratapi kesedihannya. Ia perlu udara segar, agar ia bisa tenang kembali. Ia harus kuat menjalani semua ini. Agni membuka hendel pintu, ia memandang beberapa pasang mata menatapnya. "Saya sepertinya membutuhkan udara segar, saya ingin menenangkan hati saya" ucap Agni. "Ya" ucap Adam, ia membiarkan Agni pergi begitu saja. Agni melangkah menuju pintu utama, tidak ada satupun yang berani mencegahnya. Agni berjalan menjauhi area rumahnya. Agni mengusap air

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD