Prasangka Ara

1299 Words

“Ya … aku harus segera mengajukan gugatan ke pengadilan karena siapa tahu Mas Bima ingin segera mengakhiri hubungan kami supaya dia bisa segera menikahi Dita,” pikir Ara. Perempuan itu mengira jika Bima mencarinya karena hal itu. Hanya saja dia tidak tahu jika kenyataannya tidak seperti itu. Dia masih menduga jika dirinya masih memiliki hutang perceraian kepada pria tersebut. Ara segera mengusap pipinya yang tanpa terasa telah basah oleh air matanya sendiri yang tiba-tiba luruh tanpa dia perintah. Setelah itu ia pun menutup tirai dan beranjak ke tempat tidur dan memaksakan diri untuk masuk ke alam mimpi. “Ini adalah garis hidup yang harus aku jalani. Barangkali, aku memang nggak terlahir untuk mengenal sebuah kebahagiaan.” *** Waktu terasa cepat berlalu. Pagi hari Ara terbangun s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD