Arkan tampak sedang menyeruput americano yang baru saja Ara sajikan di atas meja tepat di hadapan pria itu. Setelah itu ia pun menatap lekat ke arah istri sepupunya yang duduk tepat di depannya. “Can I ask something?” tanya Arkan sambil meletakkan cangkir ke tempat semula. Ara pun langsung menganggukkan kepalanya. Dia tidak bisa menghindar terus-terusan. Sudah saatnya dia menghadapi semua orang yang mungkin akan menjadi masa lalunya, tapi entah kapan. “How are you?” lanjut Arkan pelan, tapi tatapan tajam tertuju kepada wanita tersebut. Tentu saja dia sangat penasaran dengan keadaan Ara. Hal pertama yang ingin dia ketahui setelah sekian lama tidak bertemu, bahkan mendengar kabarnya. Seketika Ara pun menundukkan kepalanya sambil meremas jemari tangannya sendiri. Perempuan itu menge

