Di luar kantor gubernur, terjadi kehebohan. Alejandro datang ingin menemui Victor, tapi tidak diijinkan masuk. Entah bagaimana caranya, ia harus bicara dengan laki-laki itu dan membuat perhitungan. Victor tidak boleh dibiarkan bebas terlalu lama. Laki-laki itu terlalu kejam, terlalu licik, dan manipulatif. “Alejandro, jangan membuat dirimu dalam masalah. Pergilah!” Paul menghardik. Alejandro bersikukuh. “Tidak, aku harus bicara dengan Victor!” “Kamu gilaa! Tahu apa bahayanya kalau masuk, bukan?” “Aku tidak peduli. Paul, bukan hidupmu yang hancur karena laki-laki itu!” Paul menghela napas panjang. “Aku mengerti, tapi sebaiknya kamu pergi. Berpikirlah yang jernih sebelum bertindak. Ingat, lawanmu siapa?” Alejandro sudah berusaha untuk berpikir jernih, tapi sulit. Terlalu banyak hal bur

