BAB 83

1083 Words

Ruangan besar itu sunyi, hanya suara monoton dari seorang staf yang membacakan statistik di layar LCD terdengar. Angka-angka berganti, grafik naik turun, tapi tidak ada yang benar-benar memperhatikan detailnya. Para peserta rapat sibuk mencatat, sebagian menyimak, sebagian lainnya hanya berpura-pura. Beberapa wajah mengernyit, jelas tidak puas, namun tak satu pun menyela. Suasana terlalu tegang untuk perdebatan terbuka. Victor mengetuk pelan permukaan meja kayu di depannya. Ia tahu betul apa yang sedang terjadi. Ketegangan itu bukan karena data, tapi karena dirinya. Mereka menunggu momen untuk menyerang, untuk mencaci, dan ia sudah bersiap. Proposal perencanaan keuangan yang diajukannya bukan hal ringan—pembebasan lahan untuk pembangunan apartemen dan perumahan. Topik sensitif yang menyen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD