BAB 91

1398 Words

Pesta berakhir lebih cepat dari jadwal karena tuan rumah terluka. Adolf mendatangkan dokter untuk memeriksa Victor. Luka-lukanya cukup parah, meninggalkan jejak memar di wajah, bahu, dan juga rasa nyeri di perut. Victor bahkan nyaris tidak dapat berdiri karena pinggangnya terluka. Selesai pemeriksaan, tertinggal Adolf, Zaneta, dan juga Dianti di kamar. “Bagaimana perempuan itu bisa masuk?” tanya Zaneta. “Pengawalan rumah kita sangat ketat. Hanya orang yang punya undangan. yang diperbolehkan masuk. Bagaimana perempuan itu bisa mendobrak akses itu?” Adolf menggeleng, menatap muram pada Victor yang berbaring di ranjang. Masih tidak percaya kalau perbuatan Natalia membuat adik iparnya terkapar tidak berdaya. Kejadiannya begitu cepat, dan saat tersadar perempuan itu sudah lenyap. “Apakah Na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD