Oh Nooo

1292 Words

“Ayo keluar!” Pintu yang berada di sebelah Rasyid, sudah lebih dulu dibuka oleh Martin. Namun, Rasyid belum kunjung keluar, karena mendengar Abi masih saja mengeluarkan desahan frustrasi dan hal tersebut sudah berlangsung sejak mereka masuk mobil. “Harus berapa kali Papa bilang, pertanggungjawabkan semua kelakuanmu sama Fika. Jangan jadi pengecut seperti ini. Berani berbuat, berani juga bertanggung jawab.” Abi mengucap kasar wajahnya dengan perlahan. Harusnya Abi bisa menahan diri, dan tidak tergoda dengan wajah Fika yang begitu …. “Papa, sudah berapa kali juga aku bilang, Fika itu sudah punya pacar.” “Cuma pacar,” decih Rasyid. “Janur kuningnya belum juga melengkung, Bi. Lagian, kalau kamu tahu Fika sudah punya pacar, kenapa masih nekat main sosor anak orang?” “Khilaf, Pa, khilaf!” Ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD