Pagi itu rumah terasa lebih sepi dari biasanya. Erika terbangun karena suara alarm ponselnya yang bergetar pelan di atas meja samping tempat tidur. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya pagi yang masuk melalui tirai. Tangannya refleks meraba sisi lain ranjang. Dingin. Kosong. Erika langsung duduk. Selimut di sisi Dewa sudah rapi, bahkan bantalnya tersusun kembali seperti tidak pernah dipakai. Jam dinding menunjukkan pukul enam pagi. Artinya… Dewa sudah pergi sejak lama. Erika menatap ruang kamar beberapa detik, mencoba memahami perasaan yang muncul di dadanya. Tidak ada pesan. Tidak ada catatan. Tidak ada kabar. Ia meraih ponselnya. Tidak ada notifikasi dari Dewa. Tidak ada pesan. Tidak ada panggilan. Hanya layar kosong yang terasa sediki

