♫ ♫

1182 Words

"... Aku menyukaimu." "Atlan sesekali akan datang, kan saat liburan sekolah?" Altha semakin mengeratkan jabat tangannya, lalu mengangguk sambil tersenyum. Dia mengedip-kedipkan mata untuk mencegah buliran bening itu membasahi pipi. "Baiklah, hati-hati di jalan." Mila masih enggan melepas jabat tangannya. "Jangan lupa mengirimiku pesan... ceritakan tentang sekolah musik di sana, budaya dan karakter anak-anak Singapura... Kirimi juga foto-fotomu nanti bersama teman baru, atau saat Atlan mengadakan konser... Aku juga nanti akan terkenal, dan mengatakan bahwa Atlan adalah guru musik terbaikku, biar Atlan bangga... Lalu nanti, aku... nanti aku akan..." Suara Mila mulai bergetar, begitu pula badannya. "Aku juga akan mengirimi Altha foto-foto di sekolah..." Pelupuk mata Mila mulai berair, sede

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD