37. ♫ ♫

1101 Words

“Tanganku sakit...” keluh Mila lagi. “Ya, tanganmu pasti sangat sakit. Maafkan aku.” Altha tahu bukan tangan Mila yang sakit, meski begitu, dia mengikuti saja apa kata gadis itu. Mila memeluk erat Altha, menumpahkan tangisnya di kemeja lelaki itu, sambil mencengkeram kuat belakang bajunya, nyaris merobeknya. Setelah beberapa saat membiarkan Mila menangis, Altha membimbing gadis itu untuk duduk di ayunan dalam taman mini kompleks. Sementara dia sendiri berlari ke simpang jalan untuk membeli minuman. Mila tersenyum kecil, menerima sebotol minuman dingin dari Altha. “Terima kasih.” Altha duduk pula di ayunan sebelah Mila, menenggak minuman dinginnya. “Apakah kali ini pun karena Arata?” tanyanya. Mila menggeleng. “Nggak, kok. Bukan Arata.” “Kenapa?” “Aku nggak kenapa-kenapa.” “Kenapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD