Saat terbangun, Kalila merasa ringan. Tidak seperti biasanya yang terasa berat di beberapa bagian tubuh, terutama pinggang. Ya memang seperti itulah semenjak ia menikah. Semalaman tubuhnya dijadikan guling favorit oleh Damar. Namun, sekarang, entah mengapa tidak ia rasakan lagi. Sebab, ketika membuka mata, sosok itu tidak ada di sisinya. Suasana kamar yang temaram begitu sunyi dan hampa terasa. Kalila mencoba mengumpulkan kesadaran. Gadis itu mengubah posisinya menjadi duduk. Matanya menatap ke segala arah. Tampak linglung dan sedikit bingung. Otaknya berputar, berusaha mencerna situasi yang ada. Apakah faktor mengantuk membuatnya menjadi seperti itu? Hingga, sebuah suara menyadarkan Kalila. Gadis itu menoleh dan langsung mendapati sesosok tegap yang baru saja keluar dari kamar mandi. So

