“Pa, Rayyan bisa jelaskan, tolong jangan seperti ini." Rayyan kembali memohon kepada Ayah mertuanya, sekarang bukan hanya takut kehilangan Nisa, tetapi dia juga takut jika sampai Tuan George membuat keluarganya tidak memiliki apa-apa seperti dulu. Air mata Rayyan terus mengalir deras, menyesal telah menyakiti Nisa, rasa cemburu yang menggebu membuatnya kehilangan kendali ketika meluapkan amarahnya. Selain itu kedua orang tuanya juga terlalu gegabah membawa Warda keacara keluarga seperti ini, seharusnya jangan sampai membuat keluarga Nisa mengetahui apapun tentang pernikahan keduanya. “Apa yang ingin kamu jelaskan Rayyan? aku tidak membutuhkan penjelasanmu." Tuan George terkekeh seakan meremehkan. Tangis Rayyan semakin pecah, bukan karena tubuh dan wajahnya yang sudah babak belur, t

