Bab 10

1023 Words

Rayyan melangkah pelan menghampiri istrinya yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit, jantungnya berdetak kencang kala mengetahui wanita yang selama dua tahun di hina mandul oleh Ibunya, kini tengah mengandung darah dagingnya. Air matanya menetes penuh dengan penyesalan, seandainya dia bisa lebih tegas dan bersabar, mungkin semua tidak akan seperti ini, percaya akan takdir Allah jika keturunan pasti akan dia dapat dari wanita tercintanya. Nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terjadi, dia melukai hati istrinya. Tidak pernah mendengar keluh kesahnya, membiarkan Ibunya mencaci maki, membentak, bahkan Nisa hampir seperti pembantu di rumahnya. Membereskan rumah yang cukup besar, memasak hampir semua pekerjaan rumah Nisa melakukannya, bagaimana bisa Rayyan membiarkan semua itu, dan ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD