20~Angkat Tangan

909 Words

“Ci, sorry. Hari ini kita nggak jadi shopping,” ujar Arif menghampiri Suci. Setiap pagi, gadis itu memang selalu berkutat di dapur untuk mencoba berbagai masakan. Bahkan, ada beberapa menu yang baru Arif lihat dan rasakan selama hidupnya. “Aku diminta nemenin Pak Felix nemui klien nanti siang.” “Oh, ya nggak paaa …” Suci tersentak ketika Arif tahu-tahu sudah berdiri di sebelahnya. Pria itu menatap wajan yang berisi potongan ayam, dan telur rebus. “Jangan ngagetin, Mas.” “Kenapa cuma masak sedikit?” tanya Arif mengabaikan ucapan Suci. Ia bergeser, lalu mengambil piring dan sendok. “Sudah bisa dimakan belum? Aku suka kalau telur di masak gini.” “Sudah bisa, sih?” Giliran Suci yang bergeser. Bibirnya terbuka, saat menatap Arif yang langsung mengambil telur di wajan sebanyak tiga buah. “Itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD