“Kalau bukan Marcel, lalu siapa?” tanya Lucas pada dirinya sendiri, “siapa yang bertemu sama dia? Dan … dimana dia?” …… Beberapa jam sebelumnya …. Perempuan cantik itu menyesap kopinya. Sesaat kemudian ia meletakkan kembali cangkirnya ke atas meja. Lalu matanya kembali menatap pintu masuk setelah menatap jam yang melingkar di tangannya. “Dia benar-benar nggak menghargai waktu!” kesalnya, “sudah satu jam!” Sierra menghela napas. Kopi panas yang dipesannya tadi bahkan sudah nyaris tandas diminumnya. “Aneh! Nggak biasanya dia begini,” gumamnya sebelum berdiri dan melangkah keluar dari pintu cafe. "Celia nggak pernah nggak tepat waktu." Sierra kembali menghela napas. Sudah lama ia tidak menikmati hiruk pikuknya dunia, juga tanpa asap kendaraan. Setelah sekian waktu Marcel mengurungn

