Bab 14

1083 Words

Beberapa saat sebelumnya …. “Indy, kamu belum makan dari pagi,” tegur Lucas sesaat setelah masuk ke dalam kamar rawat, “mama kamu nggak akan marah kalau kamu tinggal sebentar. Tapi dia pasti akan sedih kalau kamu sakit hanya karena dia.” Indira melepaskan tangannya yang masih menggenggam erat tangan ibunya. Ia menggelengkan kepalanya dengan tegas. “Semua ini salahku. Seharusnya aku nggak apatis saat mama berniat menerima lamaran Doan. Seharusnya aku lebih keras, sekalipun akhirnya mama benci aku,” sesalnya, “setidaknya nasibnya tidak seperti ini.” “Indy ….” “Aku cuma bisa menemani dia, walau dia tak bereaksi. Aku ingin menghafalkan setiap garis di wajahnya yang saat ini mungkin sedang lelap dalam mimpinya. Aku …” Indira mulai terisak. Ia menundukkan wajahnya, “aku cuma … takut dia p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD