Bab 50

1023 Words

Pagi itu, Indira menikmati ketenangan dengan secangkir teh hangat di tangannya. Matanya menatap ke titik kosong di depannya, sementara pikirannya menggerambyang tanpa arah.. Suara telepon Regina yang memotong perjalanan pulang mereka terus berputar di kepalanya. Kata-kata yang keluar dari speaker mobil Lucas itu, suara panik Regina, nama Sierra, hamil, semuanya bergerak seperti potongan-potongan puzzle yang dia tidak mau susun tapi tidak bisa diabaikan begitu saja. Juga wajah Lucas yang frustasi saat dia mencoba menjelaskan. Tangan Lucas yang meraih tengkuknya di dalam mobil itu. Genggaman Lucas di lengannya sebelum ia berbalik dan masuk ke dalam rumah ini. ‘Aku nggak akan pernah meninggalkanmu.’ Indira menggigit bibir bawahnya. Suara bel di depan rumah memotong lamunannya. Ia menuru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD