Ada banyak cara untuk mengakhiri sebuah hubungan. Namun, apa berakhir dengan cara baik-baik itu benar adanya? Dari bagian mana yang baik, ketika harus berpisah setelah bersama? Seperti kisahnya dengan Nata. Cepat atau lamban seharusnya Saujana hadapi Nata. Belum pernah ada kata selesai di antara mereka, wajar jika Nata akan selalu mengejarnya. “Mari kita buat ini mudah, Nata. Seperti kita yang mulai hubungan ini begitu saja, maka nggak ada alasan yang membuatku harus tetap terikat denganmu.” Saujana bicara dengan berani, Nata hanya tidak tahu ketika kalimat itu terucap, tangan mengepal erat. Nata sempat tidak percaya kalimat itu yang keluar dari Saujana, belum sempat dia bicara sepatah kata pun atau beri penjelasan dari salah paham yang mungkin jadi salah satu kepergian Saujana. Sayangn