Sudah seminggu sejak jalan desa mulai dibangun. Para pekerja itu sudah dibagi menjadi dua, satu regu untuk memperbaiki jalan, sedangkan yang lebih berpengalaman ditugaskan untuk pembangunan jembatan. Hari ini mereka istirahat lebih siang karena makan siang belum datang. Para pekerja tidak bisa mengeluh karena rombongan dari para pemimpin sedang memeriksa mereka. Jika tidak ingin dipulangkan ke Jakarta, mereka harus bekerja dengan semangat penuh. Meskipun mereka masih muda, para pemuda ini sangat tegas. Apalagi para pekerja tahu bagaimana pentingnya jalan ini bagi pabrik yang baru dibangun. Jika ada sesuatu yang salah, para investor pasti akan lari. Dan ini juga akan berimbas kepada mereka. "Mengapa makan siang terlambat?" tanya Pak Ramlan kepada Pak Wiryo, tetua desa yang ditugaskan untuk

