84. PERPISAHAN

1129 Words

Setelah kepulangan Papa mertuanya, Satrya hanya melihat wajah merenung Lisa. Meski wajah itu tidak menunjukkan kesedihan atau semacamnya, tapi Satrya bisa merasakan kegelisahan yang membuncah. Tidak bisa menahan diri, Satrya menarik tangan wanita yang duduk di sampingnya itu. Meletakkan kepalanya di dadanya sambil memeluknya dengan erat. "Apa yang kamu pikirkan?" tanya Satrya dengan suara serak. Aroma Anggrek yang menguar dari tubuh Lisa benar-benar tidak bisa membuatnya tahan. "Tidak ada. Hanya ada sedikit pemikiran saja," jawab Lisa dengan tenang. Saat ini, mengelus rambut pendek hitam milik Satrya benar-benar sudah menjadi kebiasaan. "Lalu, meskipun sedikit pemikiran, tuangkan padaku," pinta Satrya dengan lembut. Lisa terkekeh dengan pelan. Satrya sepertinya sudah mengembangkan sifa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD