Padahal baru seminggu tidak berada di rumah mewah ini, tapi Lisa benar-benar merasa merindukannya. Tanpa Lisa sadari, rumah milik Satrya sudah menjadi salah satu tujuan pertamanya untuk pulang. Ini menggantikan kamarnya yang berada di rumah Papa. Lagi pula, di setiap pojok rumah ini adalah kedamaiaan. Ya, tidak ada pertengkaran di rumah ini. Meskipun kemarin-kemarin, Lisa dan Satrya masih berada di dunianya sendiri-sendiri. "Welcome home, Wife," ucap Satrya saat dia membantu membukakan pintu mobil untuk Lisa. Lisa terkekeh pelan sebelum akhirnya memukul pundak Satrya dengan pelan. Dia menutup pintu mobil sendiri dan membiarkan Satrya berlari ke bagian belakang mobil. Menurunkan satu per satu barang yang dibawa oleh mereka. Sebenarnya, Lisa hanya membawa baju satu koper kecil. Yang banyak

