Bab 37

1377 Words

Renaldi berangkat lebih awal untuk menghindari kerumunan. Duduk di barisan belakang kelas. Pulang lewat rute memutar. Makan di jam ganjil. Sunyi. Tidak ada lagi yang menarik. Lalu Zane muncul. Pertama kali di pelataran fakultas, duduk di bangku panjang yang biasa Renaldi lewati tanpa menoleh. Zane tidak memanggil. Tidak melambaikan tangan. Ia hanya ada. Punggungnya lurus, tas di pangkuan, pandangan mengarah ke ujung koridor. Renaldi mempercepat langkah. Saat menoleh sebentar, Zane sudah berdiri, berjalan berlawanan arah. Tidak mengejar. Tidak mengikuti. Hanya berpapasan. Hari berikutnya, di lorong penghubung antar gedung. Renaldi melihat bayangannya lebih dulu di lantai. Sepatu yang sama, langkah yang tenang. Zane berdiri di dekat papan pengumuman, membaca sesuatu yang jelas tidak mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD